Entri Populer

Kamis, 15 Desember 2011

Pemerinta Belanda Meminta Maaf Kepada Para Korban Rawagede

                     Duta besar Belanda untuk Indonesia Tjeerd De Zwaan di depan warga Rawagede yang sedang memperingati peristiwa pembantain Rawagede yang ke 64 menyatakan atas nama pemerintah Belanda meminta maaf kepada para korban pembantaian Rawagede,Kerwang Jawa Barat.Dia juga memberikan kompensasi sebesar EUR 180 ribu kepada ahli waris korban pembantaian Rawagede yang terjadi pada tanggal 9 Desember 1947 itu yang telah merenggut nyawa 431 nyawa pria Rawagede.
                     Duta besar Belanda mengatakan ,"Saya atas nama pemerintah Belanda memohon maaf atas tragedi yang terjadi pada 9 Desember 1947 di Rawagede.
                      Permintaan maaf tersebut dilakukan untuk melaksanakan putusan pengadilan sipil di Den Haag pada 21 September 2011.Pengadilan tersebut mewajibkan pemerintah Belanda meminta maaf dan memberikan kompensasi kepada 9 korban Rawagede,8 janda dan seorang korban luka tembak pada peristiwa tersebut.Ketua Umum Komite Nasional Pembela Martabatt Bangsa Indonesia ,Batara Hutagallung mengatatakan ,permintaan maaf pemerintah Belanda tersebut merupakan permintaan maaf setengah hati ,sebab diantara sekitar 76 kasus kejahatan perang yang dilakukan tentara Belanda hanya baru satu kasus yang diselesaikan ,yakni kasus Rawagede.
                       "Masih banyak kasus kejahtan perang yang dilakukan Belanda,"tegasnya.Yang juga membuat berang hingga detik ini secara Dejure Belanda tidak mengakui KERDEKAAN INDONESIA PADA TANNGAL 17 AGUSTUS 1945 .Menurut merekan Indonesia baru Merdeka pada 27 Desenber 1949.Padhal pada tanggal tersebut terbentuk Negara Republik Indonesia Serikat.[suber JP 10/12 hal.1 2011].

Sabtu, 10 Desember 2011

Korban Face Book

                  Seperti berita yang termuat pada surat kabar JP pada tanggal 9 Desember hal.17 seorang anak tidak pulang ke rumah selama 6 bulan.Ditengarai karena menjalin pertemanan di Facebook .Menurut penulis memang kemajuan teknologi tanpa adanya pengetahuan kepada penggunanya bisa berdampak buruk .Sebenarnya menurut penulis baik buruknya sesuau tergantung pada penggunanya.
                  Menurut kami apa saja bisa berdampak baik bila digunakan dengan baik dan bisa berdampak buruk bila digunakan dengan tidak baik .Semua itu tergantung pemakainya.Maka kita semua harus bisa memberikan penjelasan kepada anak-anak kita,yerutama bagi para guru untuk bisa memberikan pendidikan akhlak yang baik kepada para murid-muridnya.Karena rata-rata yang menjadi korban anak-anak di usia sekolah .Dan termasuk orang tua juga harus bisa mengawasi perilaku anak-anaknya sehingga mereka tidak terjerumus dalam tindakan/perbuatan yang tidak baik dan mudah terpengaruh omongan yang menyimpang dari akhlqul karimah/akhlak yang baik.
                  Oleh sebab itu mari kita pagari anak-anak kita dengan ajaran agama yang baik yang bisa memberikan kebaikan kepada kita semua.