Entri Populer

Kamis, 05 Januari 2012

Warsito P Taruno Penemu Alat Pembasmi Kanker Payudara Dan Otak

                          Awalna karir Dr Warsito P.Taruno sebagai peneliti dibangun di Jepang.Tak sedikit peneliti Indonesia yang berkarir di luar negri ketimbang di dalam negri.Sebab, di luar negri lebih menjanjikan .Tapi,itu tak berlaku bagi Warsito P.Taruno .Semula Warsito berkarir di Shizuoka University,Jepang.Di kampus tersebut ,pria 54 tahun itu juga menjadi salah seorang dosen.
                          Selama di Jepang ,hidup Warsito lebih dari cukup .Apalgi pemerintah di sana sangat memperhatikan dan menghargai para peneliti.Tapi ,itu tak menghalangi niat Warsito untuk pulang kampung.Dia lantas merintis pendirian Ctech Labs [Center For Tomography Reseach Laboratory,Edward Technology yang bergerak di bidang teknologi penemuan.Lama kelamaan lembaga tersebutberkembang pesat,meski berkantor di ruko di kawasan perumahan Modern Land,Tangerang.
                           Sejumlah sistem dan alat berhasil diciptakan Warsito dan kini menjadi incaran dunia Internasional."Saya ingin pulang ke Indonesia dan melakukan riset sendiri,"jelas Warsito.Ketika di temui di kantornya ,Ctech Labs Edward Tchnology,kemarin 29 Desember.Kini Warsito dan timnya tengah mengembangkan alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara.Alat tersebut berupa teknologi pemindai [tomografi] kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis [Electrical Capacitance Volume Tomography [ECVT].Dengan alat tersebut ,Warsito yang asli Karnganyar itu menciptakan empat perangkat pembasmi kanker payudara dan kanker otak .
                          Perangkat tersebut terdiri atas Braio Activity Scanner,Breast Activity Scanner,Brain Cancer  Electro Capacitve Therapy,dan Breast Cancer Electro Capacitive Therapy.Brain activity  scnner dibuat Warsito sejak Juni 2010.Alat tersebut berfungsi mempelajari aktifitas otak manusia secara tiga dimensi.Alat tersebut berbentuk mirip helm dengan puluhan lobang conector yang dihubungkan dengan sebuah stasiun data akuisisi yang tersambung dengan komputer.Alat tersebut bisa mendeteksi ada tidaknya sl kanker otak."Dengan alat itu ,juga bisa dilihat seberapa parah kanker otak yang diderita pasien,"jelas Warsito.Sementara breast activity scanner diciptakan pada September lalu.Sedikit banyak alat tersebut memiliki kesamaan ,yakni mendeteksi adanya sel kanker di tubuh.Selain dua alat tersebut dia melengkapinya dengan membuat brain cancer electro capacitive therapy dan breast cancer capacitive therapy .Dua alat tersebut berbasis gelombang listrik statis dengan tenaga baterei.Kedua alat tersebut terbukti dapat membunuh sel kanker hingga tuntas hanya dengan waktu dua bulan.
                           Warsito telah membuktikan keampuhan alat ciptaannya kepada kakak perempuannya yang menderita kanker payudara stadium IV.Bentuk alat tersebut dibuat mirip dengan penutup dada, yang mengandung aliran listrik statis di bagian dalam.Penutup dada berwarna hitam itu terhubung dengan sebuah baterei yang bisa dicharge."Sengaja dibuat mirip penutup dada biar mudah digunakan,"papar Warsito.Warsito pun mengenakan alat tersebut kepada kakaknya selama sebulan.Penutup dada tersebut harus dipakai selama 24 jam. Pada minggu pertama,terlihat efek samping dari alat itu.Namun efek tersebut tidak menyiksa seperti kemoterapi.Hanya keringat penderita yang menggunakan alat tersebut berlendir dan sangat bau.Urine dan fesesnya [kotoran] pun berbau lebih busuk.Menurut Warsito hal tersebut menandakan bahwa sel kanker tengah dikeluarkan ."Bau busuk itu berasal dari sel kanker yang sudah mati dan dikeluarkan lewat urine,keringat,dan feses .Tapi si penderita tidak merasakan sakit ,hanya gerah,"paparnya.Temuan Warsito itu ternyata berhasil .Dalam waktu sebulan setelah pemakaian ,hasil tes laboratorium menyatakan bahwa kakaknya negatif kanker .Sebulan kemudian ,kakaknya inyatakan bersih dari sel kanker yang hampir merenggut nyawanya itu.
                             Untuk brain cancer electro capacitive therapy,suami Rita Chaerunnisa tersebut mencoba mengenakannya kepada seorang pemuda berusia 21 tahun yang menderita kanker otak stadium lanjut.Bahan dasar yang digunakan mirip dengan breast cancer electro therapy .Namun bentuknya disesuaikan dengan betuk kepala sehingga menyerupai pelindung kepala.Warsito juga mengenakan alat tersebut juga seperti pada sang kakak yaitu selama sebulan pada September.Lalu,pasien merasa gerah di kepala pada tiga hari awal pemakaian alat tersebut tingkat emosi pasien meningkat.Setelah itu muncul gejala-gejala keringat berlendir,hingga feses baunya lebih nggak enak.Awlnya pemuda tersebut mengalami lumpuh total.Dia tidak bisa bangun dari tempat tidur ,bahkan tidak mampu menelan makanan.Sel kanker telah menyebar di area pangkal otak penderita.Namun,setelah seminggu pemakaian alat tersebut.pemuda itu sudah biswa bangun dari tempat tidur serta menggerakkan tangan dan kaki.
                              Setelah dua bulan pemakaian pemuda tersebut dinyatakan sembuh total."Dua bulan sudah bersih .Sel kankernya sudah hilang,"papar dia.Setelah keberhasilan tersebut dia banyak mendapatkan pesanan ,karena masih dalam riset dia mematok harga Rp 1 juta.Saat ini alat tersebut telah didaftarkan ke kementrian keshatan.untuk mendapatkan izin."Kalau sudah ada izin,segera bisa digunakan oleh masyarakatluas,harga bisa berubah tapi pastinya masih terjangaku,"ucapnya.
                              The University King Abdul Aziz juga memesan ke dua alat tersebut.Sebelum penemuan tersebut Warsito sudah dikenal dunia internasional .Lewat penemuannya sistem eciviti.Yaitu alat tersebut memungkinkan untuk melihat tembus timbunan air di bagian luar pesawat .Sehigga NASA tertarik untuk mengadopsinya untuk pesawat ulang-aliknya.Masih banyak penemuan yang sudah dihasilkannya yang tidak kami sebutkan di sini.Kedepan Warsito mengatakan bahwa dirinya ingin memperdalam temuannya .Yakni alat pendeteksi kanker otak dan kanker payudara .Dia juga akan mencipatakan alat terapi untuk segala jenis kanker dengan menggunakan gelombang listrik statis."Fokusnya ke depan ya tiga itu dulu,"imbuhnya.[Sumber JP 30/12 2011 hal.1].    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar