Entri Populer

Selasa, 03 Januari 2012

Trisno Yuwono Mantan TKI Jadi Pemilik 7 Minimarket

                   Pria kelahiran 12 Agustus 1978 itu,kemarin 27 Desember menerima menerima penghargaan Internasional Migrant Work's Award [IMWA 2011] dan uang tunai sebesar Rp 5 juta .Penghargaan yang dipelopori UKM Centre Fakultas Ekonomi [ FE UI ] itu diberikan langsung oleh Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar.Yang membuat dewan juri kepincut/tertarik adalah karena Trisno mantan TKI di Arab Saudirentang waktu 1991 -2000,yang kini karena keuletannya berwiraswasta telah memiliki tujuh unit swalayan/minimarket.
                    Tujuh swalayan itu tersebar di Blitar dan Tulungagung,Jawa Timur,dengan nama Sari-Sari yang menjadi saingan minimarket-minimarket populer lainnya.Saat ini omzet dari tujuh minimarket itu mencapai Rp 35 milyar per tahun.Dia memulai membuka usaha minimarket itu dimulai pada tahun 2000 setelah pulang dari Arab Saudi dan memutuskan untuk tidak menjadi TKI.Bermodal hasil dari menjadi TKI yaitu berupa tanah di Kademangan ,Blitar yang dia beli pada tahun 1998 seluas 8x14 meter yang setahun kemudian dia pondasi dan sisa tabungan sebesar Rp 50 juta,Trisno mendiirikan Swalayan dan diresmikan pada tahun 2000.
                     Dia bahu membahu dengan istrinya Eva,dan menugasi istrinya sebagai penggali informasi harga-harga kebutuhan di pasar tradisional untuk dijadikan patokan harga,dan tugas Eva yang lain adalah merangkul sales atau pemasok barang yang dia perdagangkan.
                     Pada awal membuka swalayan tanpa menggandeng jaringan waralaba dirinya cukup kesulitan mendapat kepercayaan dari pemasok,namun berbekal tekat,keuletan dan trik meyakinkan orang ,beberapa pemasok bersedia menaruh barangnya di swalayan Sari-Sari miliknya.
                     Pada hari pertama Trisno mengatakan omzet tokonya mencapai Rp 2 juta ,yang sebenarnya dia mematok Rp 1 juta.Tantangan berikutnya adalah persaingan dengan minimarket lain.Namun kata dia yang terjadi malah berkembangnya omzet minimarket miliknya .Setelah itu dia membuka toko swalayan baru sekitar 1,5-2 tahun setelah toko yang pertama.Begitu seterusnya hingga kini dia memiliki tujuh swalayan. 
                     "Toko swalayan ke tujuh saya resmikan Juli 2010 lalu,"ujarnya.Dengan semakin berkembang swalayannya kini pemasok merengek-rengek untuk bisa menitipkan barangnya ."Sekarang saya benar-benar menyeleksi pemasok yang menawarkan barang,"ucap Trisno.
                     Kini dengan tujuh swalayan dia memperkerjakan 50 orang,dia juga sportif dengan memberikan gajih sesuai UMR di tiap daerah.Beberapa orang yang sudah lama berkerja dan menjadi pegawai kepercayaan digajih Rp 2 juta-Rp 5 juta per bulan.Trisno sangat senang jika akhirnya bisa menulari kawan-kawan yang kini masih menjadi TKI atau sudah berstatus purna TKI.[Sumber JP 28/12 2011 hal.1]. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar